kenapa dia selalu menunjukkan sikap begitu
seolah-olah dia memperkuat opsiku
bahwa
dia ada wkatu banyak untukku saat dia butuh dan aq bisa memberinya
aargh
mungkin memang takdirku
30.3.09
11.1.09
sayangku karena Allah SWT
Setengah hatiku, kurelakan untuk kau tawan. Di balik jeruji nafasmu, ku temukan bingkai-bingkai hati yang retak, tlah tersiakan. Ku bertanya, "bolehkah ini ku pungut?". Lalu kau mengangguk semangat, ku lihat senyum itu terpancar dari wajahmu. Dan bingkai-bingkai itu ku rangkai, ku gunakan untuk membingkai wajah hatiku yang kusut tak bersemangat lagi, tlah patah dan tak bersinar. Namun dengan sekejap, bingkai itu tlah melengkapi jiwanya, yang tlah lama lusuh tak berperisai. Ku terperangah sejenak, bingkai itu tak hanya indah, tapi dia juga bersina terang. Menghangatan, namun sejuk. Memberi panas, namun damai. Tak pernah ku rasai lagi yang seperti ini dari 4 tahun lampau.
Indahnya ku rasakan hingga lubuk tubuhku, merasuk tulang belulangku, menjelma menjadi hasrat yang dalam, panas, bergelora. Jiwanya kurasai memelukku, membelaiku indah, dengan tanga kokohnya, tlah berhasil mengangkatku tinggi-tinggi. Ku rasai puncak kejayaanku, saat ia berkata, akulah ratunya, penguasa tubuhnya, pemilik nafsunya dan pengendali geraknya. Dan saat itu pula, dia tlah menipuku, dia tlah membuatku yang terkulai lemas karenanya. Karena indahnya. Dan kini ku berbalik berkata, "wahai kau angin, kaulah rajaku, penguasa tubuhku, pemilik nafsuku, pengendali gerakku dan bahkan yang berhak atas keturunan-keturunanku". Dan ku lanjutkan memujanya, "wahai angin, kau lah yang membuatku tersentak, matamu tlah mengubah semuanya, seluruh sendiku luruh untuk bertekuk lutut pada Tuhanku. dan yang lebih penting, Tuhanku lah yang tlah memberiku kuasa untuk mengatakan ini, merasakan ini, dan menjalankan ini, Lillahi Ta'ala. Insya Allah. sayangku karena Allah SWT.."
7.1.09
dia milikku, bukan milikmu.. dia untukku, bukan untukku..
berjuta
hingga kini kami melewati dua rembulan
banyak malam kami arungi
banyak bintang saksikan cinta kami
banyak burung bernyanyi untuk kami
dan matahari menyambut ceria hati kami
.
hingga kini kami melewati dua rembulan
banyak hati yang tersayat
banyak hati yang cemburu
banyak hati yang melirikku tajam
aku sadar itu
.
kadang aku ingin tanya
"kami hanya ingin bersatu, kenapa denganmu?"
kepada mereka
mereka
perempuan-perempuan dari melayu itu
.
dan banyak tanya di hatiku
kemana pria-pria di melayu?
sehingga mereka melacong ke negaraku
untuk mendapatkan pria-pria handal negaraku
padahal mereka membawa aib besar atas negrinya
.
negri pencuri
maling
malingsialan
.
masih kami ingat
mereka mencuri pulau kami
sipadan dan ligitan
kayu-kayu dari kalimantan kami
pasir-pasir kami
lagu-lagu anak pulau kami
lantas apa yang mereka banggakan
sama sekali tak punya budaya
mereka sama sekali tak menutup kemaluan mereka
.
tak pernah terlalu ku pikir semuanya
karena lelakiku tak bernafsu padanya
ku bertanya dalam hati
"bisakah mereka memberi apa yang telah ku beri"
"menutup apa yang telah ku tutup"
"mengobati luka bila ia ku tinggalkan"
.
tak pernah kurasakan diriku sesombong ini
karena ia tlah mengangkatku tinggi
dan berjanji takkan melepaskanku
dan ku tau
janji itu
adalah angin segar
dari masjidil haram
.
anugrah terindah yang pernah ku miliki
"BAYU RAMADHONI"
my beloved one
Subscribe to:
Posts (Atom)
