23.9.08

.:. Untuk Lelaki Bersayap Baja Itu .:.

Tercipta tanpa syarat dan makna,,
dari hatiku yang terdalam dan tersakiti oleh sayapnya..
Untuk lelaki bersayap baja itu..
.
.
Mungkin ku salah menerka hatinya..
Mungkin pula ku salah menilai sikapnya..
Ku tak pernah belajar cara menangkap mimik wajah..
Yang selalu digunakannya nyatakan perasaan..
Lalu ku ikuti ia terbang hingga tinggi..
Tanpa kusadari, aku tak punya sayap yang cukup kuat untuk setinggi itu..
.
.
Kadang ku berfikir tampakkah dariku isi hatiku bila tak ku torehkan peluhku..
Tampakkah padanya setetes asa penghias dahaga ini..
Yang dengan membawaku terbang tinggi tlah ia siramkan padaku..
.
.
Ia tak pernah tau, Tuhan tak pernah sentuh hatinya untuk hal ini..
Ia tak pernah tau.. Jarak alam bawah sadarku dengan kenyataan yang ku teguk adalah jauh..
Tak seperti siang dan malam..
Tak seperti timur dan barat..
Hingga memandang saja lelah..
Apalagi untuk berlayar mengarunginya..
.
.
Ku tak pernah sebahagia
Seperti senyum yang selalu ku sungging indah..
.
.
Ia pun takkan tau,,
Seperti apa ku merindu bayangnya..
Mendamba dengus nafasnya,,
Yang selalu kuharapkan mengaliri setiap relung jiwa..
.
.
Kenapa Tuhan memberiku sesosok yang tak bisa ku raih..
Hingga ku berdosa tlah berputus asa..
Hingga ku putuskan kulewati hari tanpanya..
Hanya untuk melihatnya terus terbang dan bertambah jauh,,
Lalu hilang meninggalkanku..

No comments:

Post a Comment